oleh

PWI Temui Wiranto, Usul Hari Pers Nasional 2020 Digelar di Papua

-Nasional-36 Dibaca

Jakarta, POL |  Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari menemui Menko Polhukam Wiranto. Dalam kesempatan itu, Atal mengusulkan agar Hari Pers Nasional (HPN) 2020 digelar di Papua.

“Setiap tahun ada HPN. Kali ini kita rencanakan di Jayapura, di Papua. Nah, ini disambut baik (Wiranto),” kata Atal kepada wartawan di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019). Dia berbicara didampingi Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi.

Atal mengatakan Wiranto dalam pertemuan itu menyambut baik usulan HPN 2020 digelar di Papua. Menurut Atal, momen tersebut bagus dimanfaatkan untuk silaturahmi jurnalis di Asia-Pasifik, yang rencananya akan diundang.

Ditambahkan Atal, PWI punya alasan tersendiri kenapa mengusulkan HPN 2020 digelar di Papua. Menurutnya, ini penting untuk menunjukkan bahwa kondisi Papua baik dan aman.

“Kita ingin melihat-menunjukkan kepada dunia mungkin melalui event HPN bahwa Papua itu tidak seperti yang digambarkan selama ini. Papua itu sudah terbuka. Kalau kita sendiri juga sudah ke Papua itu ya merasa sama saja. Saya sudah puluhan kali. Jadi bukan hanya katakanlah… kunjungan saya ke Papua itu sudah banyak sekali kota. Jayapura itu sudah puluhan kali saya balik. Kemudian saya ke Timika, kemudian saya ke Fakfak, saya ke Manokwari, kemudian saya juga sampai ke kabupaten, sama saja. Indonesia semua harus dibangun. Kita sekarang ini konsentrasi untuk membangun bangsa kita. Tidak lebih dari itu,” jelasnya.

Dimintai konfirmasi, Wiranto menjelaskan soal pertemuan dengan PWI ini. Dia mengatakan mendukung rencana pelaksanaan HPN 2019 di Papua ini, meski dari sisi pembiayaan tentu lebih mahal.

“Ada kerja sama antara PWI dan Kemenko Polhukam terutama untuk Hari Pers Nasional nanti ya, akan dilaksanakan di Papua dan itu butuh suatu dukungan dan kerja sama dan bagi Kemenko Polhukam itu suatu rencana yang sangat bagus ya. Walaupun memang perlu adanya pembiayaan yang lebih mahal karena masalah transportasi, tapi dari sisi kewilayahan ya, dari persatuan bangsa dan dari segi peran pers untuk menyatukan atau katakanlah memelihara satu wilayah nasional sangat penting,” ujar Wiranto di Kemenko Polhukam.  (POL/W)

Berikan Komentar:

News Feed