oleh

Perangkat Desa Sei Piring Rangkap Jabatan Mandor Kebun PT. PP Lonsum Gunung Melayu 

Asahan, POL | Oknum mandor Kebun PT. PP Lonsum Gunung Melayu, Taufik merangkap jabatan Perangkat Desa di kantor Pemerintah Desa Sei Piring, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.

Sejumlah masyarakat mengeluhkan, akibat rangkap jabatan tersebut Taufik tidak dapat focus melaksanakan tugasnya sebagai Kasi Pelayanan di Kantor Desa Sei Piring, karena ia sehari-hari bekerja sebagai Mandor Harian di perkebunan Lonsum SPA (Sei Piring A).

Informasi diperoleh Taufik menjabat Perangkat Desa bidang Kasi Pelayanan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Sei Piring Nomor 140/07 yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Sei Piring Basuki pada Tanggal 03 Juli 2017.

Sejumlah warga mengatakan pengangkatan Taufik sebagai Kasi Pelayanan diduga hasil kolusi dan nepotisme, karena istrinya Kamelia juga salah seorang Perangkat Desa yang menjabat KPMD Desa Sei Piring. Informasinya lagi, konon kabarnya pasangan suami istri tersebut sudah tidak tinggal tinggal di Desa Sei Piring lagi, tapi menempati rumah kaplingan di Desa Rahuning II.

“Sudah karyawan kebun masih diangkat lagi jadi Perangkat Desa, kan banyak anak-anak karyawan punya pendidikan dan berpotensi menempati jabatan itu ” cetus salah seorang warga Desa Sei Piring yang tak ingin disebutkan namanya kepada wartawan.

Salah seorang warga lainnya juga saat dihubungi di tempat yang sama mengungkapkan, persoalan karyawan merangkap jabatan tersebut bukan saja menimbulkan keresahan masyarakat, tapi juga berpotensi merugikan negara.

“Pemerintah maupun Perusahaan seharusnya memberikan sanksi tegas kepada oknum yang merangkap jabatan tersebut dengan memilih salah satunya, agar bisa fokus melaksanakan tugasnya,” ujar warga itu yang juga tidak ingin disebutkan namanya.

Secara terpisah Pj. Kades Sei Piring Juliani melalui Sekdes Eli didampingi KPMD, Kamelia dikonfirmasi wartawan di kantornya membenarkan Taufik merupakan Kasi Pelayanan di kantor Desa Sei Piring dan juga merupakan karyawan di PT.PP Lonsum.

”Iya, tapi dia masuk kantor desa tiap hari pulang kerja (14.00 hingga 16.00 WIB). Kadus-Kadus juga disini semua karyawan, kedepan mau direvisi, perangkat desa rencananya tidak ada dari karyawan lagi ” ujar Eli yang diamini Kamelia.

Sementara itu Manager PT.PP Lonsum Gunung Melayu melalui Humas Ajrai saat ditemui wartawan, Rabu (6/11/2019) juga membenarkan Taufik merupakan karyawan PT.PP Lonsun di kebun SPA dan merangkap jabatan Kasi Pelayanan di Desa Sei Piring

“Masalah rangkap tidak harus izin pimpinan perusahaan, yang penting dia aktif masuk 7 jam kerja (pukul 07.00 s/d 16.00 WIB ” terang mantan ketua BPD yang maju menjadi Calon Kades Desa Sei Piring.

Secara terpisah ketua LSM Duta Corruption Watch (DCW) Kabupaten Asahan Firman Panjaitan dimintai komentarnya mengatakan, status oknum Kasi Pelayanan Desa Sei Piring itu patut dipertanyakan. pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa Sei Piring harus bertindak tegas. Karena sebagaimana diketahui Perangkat desa tidak boleh rangkap jabatan.

“Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 51 huruf i Undang – Undang Nomor 6 tentang desa yang menyatakan bahwa perangkat desa dilarang merangkap jabatan sebagai ketua dan atau anggota BPD, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota, dan jabatan lain yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan ” papar Firman Panjaitan.

Lanjut dikatakan, dalam hal ini oknum Kasi Pelayanan Desa Sei Piring diketahui juga merangkap jabatan sebagai Mandor di Perusahaan PT. PP Lonsum Gunung Melayu yg dalam melaksanakan pekerjaannya mengikuti peraturan perusahaan yang pada pokoknya mengacu ketentuan Undang – Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Oleh karena itu Pemerintah Desa dalam hal ini Kepala Desa harus segera melakukan pemberhentian sementara terhadap oknum yang bersangkutan karena telah melanggar ketentuan mengenai larangan bagi perangkat desa ” tegasnya. (POL/PAI)

Berikan Komentar:

News Feed